-
2025: ROYALTI, NASKAH YANG KUKERJAKAN, DAN RENCANA TERBIT
Sebagai penulis, aku membuka tahun 2025 dengan lebih baik. Secara pendapatan, meskipun aku belum menerima detail laporan royalti, tapi jumlah rupiah yang kuterima pada awal bulan ini 2x lebih besar daripada yang kuterima Februari 2024. Sepertinya berkat Boulevard of Wedding Dreams yang nggak kusangka kabar terbitnya bisa sampai kepada pembaca. Tahun lalu karena aku harus mengencangkan ikat pinggang—ayah dan ibuku sakit bergantian sehingga prioritas keuangan harus berubah—aku terpaksa menerapkan zero budget marketing. Aku dibantu teman-temanku yang baik, yaitu Mbak Kiky, Kak Y0nea, dan Kak Ayi, yang mengulas Boulevard of Wedding Dreams di akun Instagram mereka. Juga Miss Tina, sahabatku, yang mendengarkan keluh-kesahku. Ditambah, aku terkena ADHD meltdown lalu ADHD burnout,…
-
Novel Boulevard of Wedding Dreams Langsung Bestseller di Bulan Terbit
Boulevard of Wedding Dreams is a BESTSELLER. Wow. Saat mengetahuinya, aku sampai nggak bisa berkata-kata sebab aku nggak menyangka ini akan terjadi. Novel terbaruku, BoWD masuk dalam daftar 5 novel terlaris Elex Media. Wow!!! Sebagai pengingat, aku AuDHD—Autistic + ADHD—sehingga sesuatu yang bagi neurotypical/kebanyakan orang biasa saja, bagiku melelahkan dan bahkan ‘melumpuhkan’. Semua yang kutulis di bawah adalah dari sudut pandangku, penulis yang hidup dengan AuDHD. Menengok ke belakang, perjalanan Boulevard of Wedding Dreams memang diwarnai banyak kejutan. Awalnya aku nggak berencana menerbitkan novel ini, karena satu dan lain hal. Lalu pada suatu malam, tiba-tiba aku ingin melengkapi novelku yang terbit menjadi 15 novel. Aku mengirimkan naskah ini kepada editorku di Elex…
-
MENJAGA KESEHATAN MENTAL SEBAGAI PENULIS
Kenapa aku bisa frustrasi, hanya gara-gara hobi? Aku membuat meme dengan pertanyaan itu dan mengunggahnya ke Twitter bulan lalu. Saat belum pernah menerbitkan buku dulu, aku sangat menikmati hobi menulis. Merangkai kata demi kata, kalimat demi kalimat, hingga menjadi paragraf lalu cerita yang utuh sangat menyenangkan dan memuaskan. Setelah bertahun-tahun aku tidak pernah bisa menuliskan kata tamat karena selalu menuruti ide yang tiba-tiba muncul, bisa menyelesaikan satu novel adalah suatu pencapaian yang amat besar. Hatiku dipenuhi kepuasaan, kebahagiaan dan tentu saja, kebanggaan. Sekarang, setelah aku menulis lima belas novel, aku kesulitan menghidupkan kembali apa yang pernah kumiliki sebelum buku debutku terbit. Beberapa waktu lalu The Booksellers di Amerika Serikat menyurvei para…
-
Di Balik The Dance of Love
Beberapa waktu yang lalu, seminggu sekali aku sempat mengunggah cerita The Dance of Love di sini. Kemudian, terhenti. Alasannya sepele dan lazim banget. Macet di tengah jalan. Aku nggak tahu gimana aku harus melanjutkannya. Bisa jadi karena aku salah start. Atau mungkin karena aku nggak bisa mengikuti outline yang kubikin. Kalau aku boleh menyebut, saat itu aku mengalami konstipasi dalam menulis. Di kepalaku ada banyak hal yang ingin kutulis, tapi meski kupaksa semua itu keluar dari kepalaku, tetap tidak bisa. Mirip seperti orang yang kesulitan, sorry, buang air besar. Sebenarnya itu bukan kali pertama aku menulis cerita The Dance of Love. Dulu juga sempat pernah kutulis dan kuunggah. Nggak sanggup lanjut juga.…